AGAM — Kondisi Bendungan dan saluran irigasi Aia Biso di Jorong Lariang, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Agam Komisi III Bidang Infrastruktur dan Lingkungan, Syafril Dt. Rajo Api.
Perhatian tersebut diwujudkan dengan mengunjungi Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Padang untuk menelusuri serta mendorong penyelesaian persoalan infrastruktur irigasi yang hingga kini belum kunjung diperbaiki setelah mengalami bencana selama dua tahun berturut-turut.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, Bendungan dan saluran Irigasi Aia Biso telah terdampak bencana sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2024 dan 2025. Namun hingga September 2026, kondisi tersebut disebut belum mendapatkan penanganan perbaikan secara tuntas.
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Tidak berfungsinya jaringan irigasi tersebut menyebabkan berkurangnya ketersediaan air, terutama untuk kebutuhan pertanian sawah, kolam, air minum, serta kebutuhan rumah tangga.
Persoalan tersebut juga berpotensi mengganggu kebutuhan air untuk berbagai fasilitas umum dan sosial masyarakat, di antaranya SD Negeri, Puskesri, masjid, mushalla, PAUD/TK, MCK, serta berbagai aktivitas masyarakat lainnya.
Kondisi ini dinilai perlu segera mendapatkan perhatian dan solusi konkret karena menyangkut kebutuhan masyarakat dalam skala cukup besar. Tercatat sekitar 200 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa serta kurang lebih 95 hektare lahan persawahan bergantung pada ketersediaan air dari sistem irigasi tersebut.
Jika persoalan ini terus berlarut, dampaknya tidak hanya menyentuh sektor pertanian, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk aspek kesehatan, pendidikan, kegiatan ibadah, serta kebutuhan dasar rumah tangga.
Syafril Dt. Rajo Api mendorong agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang.
Ia berharap PUTR Kabupaten Agam dapat segera menyelesaikan administrasi serta proposal usulan penanganan kepada BWSS V Padang. Apabila terdapat kendala dalam proses tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mencari alternatif solusi lainnya agar perbaikan Bendungan dan saluran Irigasi Aia Biso dapat segera direalisasikan.
“Persoalan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah cepat, koordinasi yang jelas, serta solusi konkret agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan air,” demikian perhatian yang disampaikan dalam upaya mendorong penanganan persoalan Irigasi Aia Biso.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis dapat segera memberikan kepastian mengenai langkah penanganan, sehingga fungsi irigasi dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat di Jorong Lariang serta wilayah terdampak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
NUANSATV.COM — Fakta, Cepat, Berimbang.












