AGAM – Komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu, keamanan, dan daya saing industri pangan nasional terus diperkuat. Melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, kegiatan Pra-Surveilans Sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dilaksanakan di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan pra-surveilans tersebut dipimpin oleh Tim SUPRE bersama Wahyu Pardani sebagai bagian dari tahapan evaluasi untuk memastikan kesiapan penerapan sistem manajemen keamanan pangan sebelum pelaksanaan surveilans sertifikasi HACCP.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap berbagai aspek penting, mulai dari sistem pengendalian proses produksi, sanitasi lingkungan kerja, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga kelengkapan dokumentasi sebagai persyaratan menuju sertifikasi.
Wahyu Pardani menjelaskan bahwa pra-surveilans merupakan langkah strategis dalam memastikan perusahaan telah menerapkan sistem keamanan pangan secara konsisten sehingga siap menghadapi proses sertifikasi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan pendampingan agar implementasi HACCP dapat berjalan secara optimal. Tujuannya adalah memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk industri di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Tim SUPRE menegaskan bahwa penerapan HACCP bukan hanya bertujuan memperoleh sertifikat, tetapi merupakan komitmen dalam membangun sistem produksi pangan yang aman, higienis, berkualitas, dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan pra-surveilans ini, Kementerian Perindustrian berharap pelaku industri pangan semakin siap menerapkan sistem manajemen keamanan pangan secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan dalam negeri.
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Agam ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sinergi dengan pelaku industri guna menciptakan produk pangan yang aman, berkualitas, dan berdaya saing tinggi, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri pangan nasional.
(Tim Redaksi | NuansaTV.com)












