Bukittinggi | NuansaTv.com – Langkah nyata memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan kembali ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi. Bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi, Lapas resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembinaan keagamaan berbasis pesantren, yang dirangkai dengan peresmian Pesantren Lapas Bukittinggi serta penyaluran bantuan sosial kepada keluarga warga binaan.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program pembinaan berbasis nilai-nilai keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Acara diawali dengan penyambutan tamu kehormatan melalui penampilan Tim Tambua serta barisan kehormatan Pramuka binaan Lapas Bukittinggi, yang mencerminkan keberhasilan pembinaan disiplin, karakter, dan keterampilan warga binaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PIPAS Wilayah Sumatera Barat, Kepala Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Ketua BAZNAS Kota Bukittinggi, Kapolsek Ampek Angkek, perwakilan Koramil Biaro, serta unsur Forkopimda dan OPD terkait.
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan.
“Program pesantren ini bukan hanya memberikan pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sehingga warga binaan memiliki bekal moral yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Nanang.
Usai penandatanganan PKS, Ketua PIPAS Wilayah Sumatera Barat bersama jajaran menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga warga binaan sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan kepada keluarga yang terdampak selama anggota keluarganya menjalani masa pidana.
Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan peresmian Pesantren Lapas Bukittinggi oleh Kakanwil Ditjenpas Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri. Kehadiran pesantren di dalam Lapas diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan yang berkesinambungan, sekaligus memperkuat pembentukan akhlak, mental, dan spiritual warga binaan.
Kunrat Kasmiri menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan modern. Melalui pendekatan spiritual, warga binaan diharapkan mampu menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif, bertanggung jawab, dan taat hukum.
Program kolaborasi antara Lapas Bukittinggi dan Kemenag ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menitikberatkan pada pembangunan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bekal kehidupan setelah bebas.
Redaksi NuansaTv.com













